Kembali ke Beranda
SMAN1-Bangorejo-emblem

Bhinneka Tunggal Ika

“Berbeda-beda tetapi tetap satu”

1. Asal Usul Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Frasa “Bhinneka Tunggal Ika” berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno) yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kalimat ini diambil dari kitab Sutasoma, karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit abad ke-14.

Kitab Sutasoma mengisahkan toleransi antarumat beragama (Hindu dan Buddha) di masa itu. Kalimat lengkapnya:

“Bhinneka Tunggal Ika, tan hana dharma mangrwa.”
(Berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua.)

2. Makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial

Sebagai semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi persatuan dalam keberagaman Indonesia yang terdiri atas:

Nilai ini mengajarkan kita untuk:

3. Membangun Harmoni dalam Keberagaman

Harmoni sosial dapat dibangun melalui:

4. Gotong Royong: Jiwa Ekonomi Pancasila

Gotong royong adalah wujud nyata dari sila ke-5 Pancasila: “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Prinsip ini menolak individualisme ekstrem dan mendorong:

5. Tonton dan Renungkan

Berikut video pembelajaran tentang Bhinneka Tunggal Ika: